Disiplin Adalah Cermin Kepribadian

kunjungan Pesantren merupakan tempat menuntut ilmu yang memiliki ciri khas pemondokkan atau sering juga disebut full day school, di mana peserta didik diberikan waktu belajar 24 jam penuh dengan system pembagian: jam belajar formal, non formal, ekstrakurikuler, peminatan, serta kegiatan lainnya.

Disiplin sangatlah penting dalam proses pendidikan, maka dari itu pesantren pasti memiliki sebuah peraturan yang harus diikuti serta diterapkan oleh setiap peserta didik, guru dan seluruh aparat pesantren. peraturan yang diberlakukan bagi peserta didik, guru, serta aparat pesantren menjadi landasan kedisiplinan di pesantren.

kunjungan Kedisiplinan di pesantren sangatlah penting, maka dari itu kedisiplinan harus diterapkan dalam setiap waktu agar pembelajaran di pesantren dapat berjalan dengan baik dan mendapatkan hasil yang sesuai dengan apa yang di harapkan, serta sesuai dengan visi dan misi pesantren tersebut.

Meskipun penerapan disiplin kepada peserta didik sudah sesuai peraturan yang berlaku dan setiap kesalahan memiliki solusinya, sering kali masih banyak peserta didik yang tidak mengikuti kedisiplinan di pesantren tersebut, mencari- cari kesempatan diantara sempitnya waktu untuk bersantai-santai, melalaikan tugas, dan lain sebagainya.

kunjungan Banyak hal yang harus dipahami dalam menerapkan kedisiplinan di pesantren, dimana saat ini pemerintah telah menerbitkan Undang-undang tentang kekerasan dalam sekolah; salah satunya guru dilarang keras memukul siswa.

Pada prinsipnya disiplin sebenarnya timbul dari diri sendiri, kemauan pribadi untuk mandiri, kemauan untuk berfikir bahwa waktu adalah hal yang tidak bisa kembali jika sudah terlewatkan.

Banyak peserta didik beranggapan bahwa aturan/kedisiplinan yang diberlakukan di pesantren, hanya diterapkan pada peserta didik saja, serta hanya membebani peserta didik. Kebanyakan peserta didik tidak memahami akan pentingnya kedisiplinan yang di berlakukan bagi mereka, sehingga mereka merasa terbebani dan sulit mengikuti aturan-aturan yang berlaku di pesantren. Jika peserta didik memahami akan pentingnya kedisiplinan, maka peserta didik tidak akan merasa terbebani bahkan peserta didik akan senang mengikuti aturan tersebut.

kunjungan Satu hal yang selalu disampaikan oleh Pendiri Pesantren Modern Al Barokah Bapak Syamsir Siregar dan Bapak Amri Siregar “Seorang guru harus bisa menerapkan kedisiplinan bagi dirinya serta anak didiknya dan Seorang guru harus bisa memberikan contoh yang baik serta mampu menerapkan kedisiplinan setiap saat setiap waktu dan dimana saja. Jika seorang guru tidak mampu menerapkan kedisiplinan dengan baik, maka tidak akan berhasil kedisiplinan itu di terapkan pada peserta didik. Guru sebagai tolak ukur terciptanya kedisiplinan bagi peserta didik harus mampu menerapkan kedisiplinan dengan baik, baik dalam kegiatan pembelajaran atau pun dalam perilaku peserta didik”.

(Dikutip dari intisari kunjungan Pembina Yayasan Wakaf Al Barokah Simalungun, Bapak H. Syamsir Siregar dan Bapak H. Amri Siregar)

FacebookTwitterShare
Updated: 19 Oktober 2017 — 9:43 am

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Yayasan Wakaf Al Barokah Simalungun © 2015