Apa Itu Khutbatul Arsy ?

Apa Itu Khutbatul Arsy ?

Khutbatul Arsy, menurut istilah bahasa adalah khutbah tertinggi, khutbah yang disampaikan oleh Pimpinan Tertinggi Pesantren berisi tentang nilai-nilai kepesantrenan, jiwa-jiwa pesantren yang di dalamnya di dasari oleh Al-Qur’an dan Hadits.

Dalam menyambut Khutbatul Arsy, adanya pekan perkenalan pesantren yang  diisi dengan serangkaian kegiatan untuk memberikan bekal kepada santri tentang kehidupan di  pesantren, mengenal dan memahami orientasi pendidikannya.

Hal ini sangat penting disampaikan kepada seluruh santri; baik santri baru yang baru saja beradaptasi  di lingkungan pesantren secara step by step maupun santri yang sudah lama bermukim, tujuannya agar mereka lebih mengenal kembali, menjiwai kembali jiwa-jiwa pesantren serta memahami kembali peraturan dan disiplin di pesantren. Pemahaman dan pengenalan tentang pesantren tidak cukup hanya sekali, tapi harus dilakukan berkali-kali guna mengingatkan semua pada khitah awal visi dan misi pesantren.

Memasuki masa Pekan Perkenalan Khutbatul Arsy para santri baru sudah terlebih dahulu diberlakukan dengan baik sejak ia menginjak kaki perdana di pesantren, kemudian beranjak kepada kegiatan dan pemberlakuan peraturan secara bertahap. Setiap kegiatan yang dilaksanakan memiliki tujuan tertentu dan sarat dengan nilai-nilai edukatif, sehingga santri baru tersebut bisa betah dan nyaman tinggal di pesantren.

Di Pesantren Modern Al Barokah, pekan perkenalan dilaksanakan dalam bentuk penyampaian khutbah, yaitu media untuk mengenalkan santri baru dan santri lama secara menyeluruh tentang  pendidikan di Pesantren dan kegiatan-kegiatan yang dilaksankan selama satu tahun.

Selain kepada santri, khutbatul arsy juga memberi makna bagi dewan guru untuk terus berbuat untuk pesantren, untuk mengabdi secara ikhlas.

Khutbatul Arsy diakhiri dengan kegiatan apel tahunan, yang mana seluruh penghuni pesantren, baik santri maupun guru wajib mengikutinya. Di apel tahunan para santri diperkenalkan dengan seluruh kegiatan pesantren, dengan berpakaian yang resmi, untuk masuk kelas, ke masjid dan sebagainya.

Selain kepada santri, khutbatul arsy juga memberi makna bagi dewan guru untuk terus berbuat untuk pesantren, untuk mengabdi secara ikhlas.

FacebookTwitterShare
Updated: 6 Juli 2018 — 10:08 am

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Yayasan Wakaf Al Barokah Simalungun © 2015