Field Trip Santri Pesantren Modern Al Barokah Ke Kawasan Konservasi Hutan Mangrove

Kepala Madarsah Tsanawiyah Ustadz Firdaus Fauzi, M.Pd.I berserta guru mata pelajaran biologi Ustadz Komarul Huda, M.Pd mendampingi santri kelas VIII dalam kunjungan ke Hutan Mangrove di Desa Nipah Kabupaten Serdang Bedagai pada tanggal baru-baru ini. Kunjungan ke Desa Nipah ini merupakan salah satu dari aplikasi pembelajaran biologi dengan tema manfaat hutan mangrove dalam menjaga lingkungan tepi pantai atau daerah pesisir.

Dalam kunjungan ini, santri-santri diajak melihat beberapa konsep proses pengelolaan hutan mangrove di Desa Nipah oleh Mas Reza seorang pemandu berasal dari penduduk setempat, mulai dari penanaman mangrove hingga proses pelestariannya. Kegiatan yang diawali dengan pemberian seminar kecil ini akan menjadi titik awal studi lapangan bagi santri-santri kelas VIII.

Dikutip dari hasil wawancaranya Mas Reza menyampaikan bahwa konservasi ini diantaranya flora dan fauna, seperti kepiting bakau, udang vaname dengan sistem tambak parit dan pohon mangrove ditengah tambak, selain itu juga tambak ikan nila sebagai penyeimbang makanan di tambak kepiting. dengan adanya ekosistem ini selain kita menjaga hutan, juga menimbulkan nilai ekonomis melalui konservasi dan tentunya ekowisata juga ikut berjalan baik.

Dengan kunjungan santri-santri Pesantren Modern Al Barokah ke hutan mangrove ini, Mas Reza berharap minimal mereka dapat melihat bahwa selain mempelajari secara teori didalam kelas santri-santri tersebut juga dapat mengenal secara langsung bagaimana bentuk ekosistem dan manfaatnya hutan mangrove serta bagaimana proses pengembangannya.

“Esok hari (15/10/2018) disini akan diselenggrakan deklarasi penanaman pohon bakau secara serentak di 5 (lima) kabupaten yaitu Kab. Langkat, Kab. Deli Serdang, Kab. Serdang Bedagai, Kab. Asahan, dan Kab. Batu Bara yang dipimpin langsung oleh Kapolda Propinsi Sumatera Utara. Semoga gagasan yang dicanangkan Bapak kapolda Sumut membantu pengembangan pariwisata disini.” Ungkap Ibnu Sri salah seorang pedagang. Beliau juga berharap nantinya mereka menyebarkan informasi bahwa di Desa Nipah memiliki tempat mencari ilmu tentang Lingkungan baik tanamannya maupun hewannya.

 

FacebookTwitterShare
Updated: 19 Oktober 2018 — 8:35 pm

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Yayasan Wakaf Al Barokah Simalungun © 2015