Perjusami, Pendidikan Karakter Untuk Kemandirian Serta Akhlakul Karimah

Mengisi waktu liburan sekolah serta mengakhiri masa belajar tahun pelajaran 2018 -2019, Pesantren Modern Al Barokah melaksanakan perkemahan akhir tahun tingkat penggalang dan penegak selama tiga hari pada tanggal 28-30 Juni 2019 yang lalu, bertempat di lapangan Pantai Pasir Putih Pareparean – Kecamatan Porsea.

Sebanyak dua ratus lima puluh dua santri mengikuti kegiatan perjusami yang dipandu oleh Kakak Pembina Sudianto atau yang akrab dipanggil Kak Jowo dan Kakak Giok. Kegiatan ini diawali dengan mendirikan tenda secara bersama-sama, persipan lapangan upacara, dan membuat dapur umum. Dalam tiga hari tersebut seluruh peserta di didik menjadi santri yang mandiri, menuntaskan masalah secara gotong royong bersama dalam satu tim atau berkelompok, mencari solusi dari setiap kendala yang ditemukan dilapangan.

Sungguh kegiatan yang positif dan banyak manfaatnya, nilai pendidikan yang terdapat dalam aksi karena adanya penanaman karakter kepada setiap individu untuk pembentukkan santri yang memiliki akhlak mulia, berwawasan nusantara untuk bela negara dan menjaga lingkungan dimanapun mereka berada. Hal ini sesuai dengan sasaran pendidikan kepramukaan yang dikeluarkan oleh Wolrd Organization of The Scout Movement (Organisasi Kepramukaan Dunia) yaitu: perkembangan fisik, sosial, spiritual dan perkembangan karakter.

Kegiatan semakin seru dan asyik ketika para peserta dituntut menyelesaikan tantangan dalam lomba yang diberikan berupa pioneering, menyelamatkan diri dari ikatan dan jeratan tali temali, halang rintang dan lain-lain.

Tak hanya itu, acara tersebut juga dimeriahkan dengan api unggun yang merupakan penutupan acara dari kegiatan Perjusami. Masing-masing kelompok peserta diminta untuk menampilkan aksinya, seperti stand up komedi, berpuisi dan menyanyi.

Dengan adanya kegiatan ini, Pengurus Organisasi Pesantren Modern Al Barokah berharap muncul kader-kader baru dari santri yang memiliki keterampilan, sehingga nantinya santri Pesantren Modern Al Barokah menjadi contoh dari gudep lainnya di wilayah Kabupaten Simalungun yang rutin menyelenggarakan kegiatan kepramukaan.

 

FacebookTwitterShare
Updated: 4 Juli 2019 — 10:08 am

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Yayasan Wakaf Al Barokah Simalungun © 2015